PENERAPAN KURIKULUM INTEGRATIF DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DI SEKOLAH BERBASIS ISLAM

Authors

  • Nur Azizah Fakultas Pendidikan Agama Islam, STAI Al Mukhlisin Bogor

DOI:

https://doi.org/10.48094/raudhah.v10i3.1045

Keywords:

Pembelajaran Kooperatif, STAD, Hasil Belajar, Pendidikan Agama Islam.

Abstract

Indonesia’s multicultural context presents both opportunities and challenges for education, particularly in preventing intolerance. This study examines the implementation of an integrative curriculum as a strategy to internalize religious moderation values in a multicultural school setting. Using a qualitative case study conducted at [nama sekolah/lokasi penelitian], data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings show that religious moderation is understood as a balanced attitude that rejects extremism and promotes tolerance, non-violence, acceptance of local culture, and national commitment. The integrative curriculum is implemented by linking general and religious subjects with contextual learning and is effectively applied through intraclass, co-curricular, and extracurricular activities. This study highlights the novelty of integrating religious moderation values systematically into curriculum design and school activities, rather than treating them as separate or incidental programs. Practically, the findings provide a model for schools to strengthen religious moderation through curriculum integration, contributing to the development of students’ moderate character and the maintenance of social harmony in multicultural societies.

References

Ananta, A., Arifin, E.N., Hasbullah, M.S., Handayani, N.B., & Pramono, A. (2015). Demography of Indonesia’s Ethnicity. Singapore: ISEAS Publishing.

Banks, J.A. (2009). Multicultural Education: Issues and Perspectives. New Jersey: Wiley.

Bogdan, R.C., & Biklen, S.K. (2007). Qualitative Research for Education: An Introduction to Theories and Methods. Boston: Allyn & Bacon.

CNN Indonesia. (2022). Kasus intoleransi di lingkungan sekolah dan tantangannya bagi pendidikan. Jakarta: CNN Indonesia.

Creswell, J.W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. California: Sage Publications.

Depdiknas. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.

Fauzi, A., & Hakim, L. (2021). Peran guru sebagai role model dalam penguatan moderasi beragama di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 145–160.

Hamalik, O. (2008). Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Kemendagri. (2022). Peta Persebaran Agama – Provinsi 2022. Jakarta: Kemendagri.

Kementerian Agama RI. (2019). Keputusan Menteri Agama Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab pada Madrasah. Jakarta: Kemenag.

Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat.

Majir, A. (2018). Dasar Pengembangan Kurikulum. Ruteng: CV Budi Utama.

Maslow, A.H. (1970). Motivation and Personality. New York: Harper & Row.

Miles, M.B., & Huberman, A.M. (1994). Qualitative Data Analysis. California: Sage Publications.

Moleong, L.J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muhyiddin, S.B. (2022). Moderasi Beragama Perspektif Al-Quran dalam Kurikulum 2013 PAI Jenjang Menengah Atas. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam.

Nana Syaodih. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nisa, K., & Anwar, S. (2022). Integrasi nilai toleransi dalam kurikulum pendidikan Islam lintas mata pelajaran. Jurnal Pendidikan Islam, 11(1), 89–104.

Patton, M.Q. (2002). Qualitative Research & Evaluation Methods. California: Sage Publications.

Piaget, J. (1970). The Science of Education and the Psychology of the Child. New York: Viking.

Rahman, F. (2020). Pendidikan multikultural berbasis sekolah sebagai upaya membangun sikap toleransi siswa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 25(3), 321–334.

Rohman, M., & Mulyadi, E. (2021). Internalisasi nilai moderasi beragama pada pendidikan dasar di sekolah multikultural. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 18(1), 67–82.

Sari, D.P., Hidayat, N., & Prasetyo, A. (2023). Pembelajaran berbasis aktivitas sosial dalam pembentukan karakter moderat peserta didik. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(2), 201–214.

Spradley, J.P. (1980). Participant Observation. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suryadi, A. (2024). Membangun Spirit Moderasi Beragama di Madrasah. Jakarta: Literasi Nusantara.

Syahri, M. (2022). Moderasi beragama dalam pendidikan sebagai strategi pencegahan intoleransi. Jurnal Studi Keislaman, 7(1), 55–70.

Trianto. (2007). Model Pembelajaran Terpadu: Teori dan Praktek. Jakarta: Prestasi Pustaka.

UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Jakarta: BPK RI.

Widodo, S., & Kurniawan, A. (2022). Pembelajaran kontekstual dan internalisasi nilai sosial-keagamaan siswa. Jurnal Pendidikan Dasar, 14(2), 189–203.

Yin, R.K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods. California: Sage Publications.

Zaini, M. (2020). Manajemen Kurikulum Terintegrasi. Jember: Pustaka Ilmu Group.

Downloads

Published

2025-12-25

How to Cite

Azizah, N. . (2025). PENERAPAN KURIKULUM INTEGRATIF DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DI SEKOLAH BERBASIS ISLAM. Raudhah Proud To Be Professionals : Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 10(3), 1110–1119. https://doi.org/10.48094/raudhah.v10i3.1045