THE ORIENTALIST OPINION TASAWUF PENDAPAT ORIENTALIS TENTANG TASAWUF
DOI:
https://doi.org/10.48094/raudhah.v8i1.295Keywords:
Ilmu Tasawuf, asal usul Tasawuf, OrientalisAbstract
Abstrak
Ilmu yang bertujuan untuk menggapai kebahagiaan akhirat adalah Tasawuf. Tasawuf, dalam dunia Islam baru akhir-akhir ini dipelajari sebagai ilmu, sebelumnya dipelajari sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Manusia pada dasarnya adalah suci, maka kegiatan yang dilakukan oleh sebagian manusia untuk mensucikan diri merupakan naluri manusia. Usaha yang mengarah kepada pensucian jiwa terdapat di dalam kehidupan tasawuf. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan mengulas berbagai pendapat asal dan usul filsafat dari orientalis. Metode penelitian ini menggunakan kulitatif dengan pendekatan Historical Reseach dengan pengumpulan data literature review yakni pengumpulan data melalui penelaahan buku, literatur, catatan, serta berbagai laporan yang berkaitan perkembangan tasawuf Islam. Hasil penelitian menyatakan bahwa. 1. Awal kemunculan orientalisme sebagian menyebutkan orientalisme telah lahir sejak tahun 1000-an Masehi. Hal ini didasarkan pada minat Barat terhadap masalah ketimuran sudah berlangsung sejak abad pertengahan. Kalaupun pada masa ini sudah muncul sejumlah orientalis, kajian-kajian yang mereka lakukan masih terbatas pada pengkajian seputar ketimuran yang didasari motivasi keilmuan. 2. Pendekatan Orientalis dalam Tasawuf ada dua macam, Literatur dan Studi kasus (empiris). Beberapa teori orientalis yang menyebutkan bahwa tasawuf merupakan ajaran dari luar Islam. Seperti pendapat Friedrich August Deofidus Tholuck,Ignaz Goldziher, Alsin Palacios, Alfred von Kremer dan R. A. Nicholson. 3. Tanggapan pendapat orientalis tentang tasawuf.
Keywords: Ilmu Tasawuf, asal usul Tasawuf, Orientalis
References
Abul al-Wafa’ al-Ghanimi al-Taftazani, Madkhal ala al Tashawwuf al- Islam, terj. Ahmad Rofi’ Ustman. Sufi Dari Zaman Ke Zaman. Bandung: Pustaka, 1985.
Al-Taftazani, Abu al-Wafa’ al-Ghanimi. SUFI DARI ZAMAN KE ZAMAN. III. Bandung: Penerbit Pustaka, 2003.
Andy, H Safria. “Ilmu Tasawuf,” 2019.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
Arina Haqan. “Orientalisme Dan Islam Dalam Pergulatan Sejarah, Mutawatir” 1, no. No.2 (2011): 156.
“ASAL- USUL TASAWUF SEBUAH PERDEBATAN,” n.d.
Edward W, Said. Orietalism Diterjemahkan Oleh Asep Hikmah Dengan Judul Orientalisme. III. Bandung: Pustaka, 1996.
Hermansen, Marcia. Sufi-Sufi Diaspora: Fenomena Sufisme Di Negara-Negara Barat, Terj. Gunawan. Bandung: Mizan, 2006.
Hidayat, Rahmad. Tasawuf Dalam Pandangan Harun Nasution, 2021.
Kuntowijoyo. Metodologi Sejarah. 2nd ed., 2003.
Moh. Natsir Mahmud. Orientalisme: Berbagi Pendekatan Barat Dalam Studi Islam. Kudus: Meseifa, 2013.
Muthahhari, Murtadha. Pengantar Ilmu-Ilmu Islam, Terj. Ibrahim Husain Al Habsyi Dkk. Jakarta: Pustaka Zahra, 2003.
Rahmad, Nur, and Yahya Wijaya. “Nur Rahmad Yahya Wijaya ASAL-USUL TASAWUF?: SEBUAH PERDEBATAN Kariman , Volume 08 , Nomor 01 , Juni 2020 | 105 Nur Rahmad Yahya Wijaya” 08 (n.d.): 105–25.
Rosidah, Aini. “Tasawuf Dalam Pandangan Annemarie Schimmel,” 2019, 104.
Sajari, Dimyati. “Keotentikan Ajaran Tasawuf.” Dialog 38, no. 2 (2015): 145–56. https://doi.org/10.47655/dialog.v38i2.40.
Soleh, A. Khudori. “Mencermati Sejarah Perkembangan Filsafat Islam.” Tsaqafah 10, no. 1 (2014): 63. https://doi.org/10.21111/tsaqafah.v10i1.64.
Suryani, N. “Pandangan Louis Massignon Tentang Pengalaman Sufistik Al-Hallaj,” 2018. http://repository.iainbengkulu.ac.id/id/eprint/3077.
Syam, M Basir, and Filsafat Islam. “PANDANGAN ORIENTALIS TENTANG EKSISTENSI” III, no. 1 (2017): 26–30.
Syamsuddin Arif. Orientalisme Dan Diabolisme Pemikiran. Gema Insani Press, 2008.
Tasawuf, Kajian, Oleh Fadh, and Ahmad Arifan. “Kajian Tasawuf Di Kalangan Orientalis 1,” 2013, 9–12.
Taufik Abdullah dkk. Ensiklopedi Tematis Dunia Islam. Jilid4 ed. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, n.d.
Wan Jamaluddin. Islam Dan Orientalis Rusia. Pena Madani, 2011.





.png)
